Jumat, 24 Januari 2014

KRIDA PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN BENCANA

MATERI KRIDA
PENCEGAHAN DAN PENAGGULANGAN BENCANA

A.  Kepanjangan P2B adalah :   Pencegahan dan penanggulangan bencana.
B.  Pengertian P2B adalah   :  Tindakan yang pertama kali kita lakukan guna membantu dalam mengevakuasi korban bencana alam maupun kebakaran
C.  Alat-alat yang digunakan untuk Pemadam Kebakaran adalah sebagai berikut :
1.    Alat-alat / bahan tradisional antara lain :
-  Karung yang dibasahkan
-  Daun yang masih hijau
-  Pasir
-  Tanah
-  Air.
2.   Alat-alat Modern antara lain :
-  Mobil pemadam kebakaran
-  Tabung gas
-  Skop dan pacul.

D.  Adapun cara memadamkan kebakaran besar yaitu :
Posisi arah angin bertiup maksudnya agar supaya sewaktu memadamkan api, kita terhindar dari segala sesuatu yang tak terduga.



E.  Adapun cara memadamkan kebakaran kecil yaitu :
Apabila kita memakai alat  modern atau alat tradisional kita padamkan langsung pada sumber api.

F.  SAR adalah temu dan selamatkan, artinya menemukan korban terlebih dahulu kemudian diselamatkan.

G.  Sar terbagi menjadi dua yaitu :
1.    Sar laut, kegiatannya mencakup yang ada dilaut saja
Cara-cara untuk menolong korban dilaut :
a.    Kita tolong korban tersebut apabila sikorban masih hidup dan agar mudah membawanya kedaratan maka korban tersebut kita pingsankan untuk sementara
b.    Sikorban dibawah ke daratan
c.    Setelah sampai didarat kita periksa denyut nadi sikorban
d.    Lalu memberi bantuan pernafasn
e.    Mengeluarkan air di dalam perut si korban
f.   Peralatan-peralatan sar laut :
1.    Pelampung
2.    Pesawat HT
3.    Makanan tambahan

2.    Sar darat, kegiatannya mencakup yang didarat saja antara lain :
a.   Meluncur dari tebing
b.   Memanjat tebing
c.    Merayap diatas tambang

d.    Peralatan-peralatan sar darat :
1.    Tali panjang (Wiming)
2.    Tali jiwa
3.    Seneplin atau karabiner
4.    Vigur EH
5.    Palu-palu (hameer)
6.    Paku pet

3.   Dua syarat menolong korban :
a.    Pintar berenang
b.    Tenaga cukup

4.   Cara memberi bantuan pernafasan :
a.   Ditidurkan terlebih dahulu
b.   Periksa urat nadi
c.   Kedua tangan dipompa (3x)
d.   Tangan ditolak kedepan (3x)
e.   Ditekan jantung sebanyak (3x)
f.    Kepala ditongka keatas
g.   Hidung ditutup
h.  Masukkan udara melalui mulut, kalau tidak bereaksi diulang lagi
i.    Lalu dibawah kerumah sakit, untuk ditangani lebih lanjut (ahli)



 KRIDA PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN BENCANA terdiri atas :
1)    SKK pencegahan kebakaran
2)    SKK pemadam kebakaran
3)    SKK rehabilitasi korban kebakaran
4)    SKK pengenalan kerawanan bencana
5)    SKK pencarian
6)    SKK penyelamatan
7)    SKK pengenalan satwa.

 SYARAT KECAKAPAN KHUSUS DALAM KRIDA PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN BENCANA

1.     SKK Pencegahan Kebakaran
a.     Untuk golongan Siaga 
    Dapat memanfaatkan api/panas :
1)     Menyalakan
2)     Memadamkan
3)     Menggunakan
4)     Mengetahui bahaya api.
b.     Untuk golongan Penggalang
    Selain mempunyai SKK golongan Siaga :
1)     Dapat meletakkan dengan baik peralatan rumah tangga yang rawan/dapat menyebabkan kebakaran.
    Seperti : kompor, lilin, lampu petromak, setrika, tungku dan sebagainya.
2)     memiliki pengetahuan dasar tentang terjadinya api (fire triangle/segitiga api) secara sederhana.
3)     Mengetahui jenis peralatan pemadam api ringan (tradisional) yang ada di sekitarnya.
c.     Untuk golongan Penegak
    Selain mempunyai SKK golongan Penggalang :
1)     Mengetahui jenis bahan untuk memadamkan api
2)     Mengerti pengetahuan tentang terjadinya api
3)     Mengerti pengetahuan tentang penyebab kebakaran
4)     Mengetahui jenis peralatan pemadam api ringan modern (dengan teknologi).
5)     Mengetahui alamat, nomor telepon dinas pemadam kebakaran.
d.     Untuk golongan Pandega
    Selain mempunyai SKK golongan Penegak :
1)     mengetahui klasifikasi jenis kebakaran dan jenis media pemadam yang paling efektif.
2)     mampu memberikan penyuluhan masalah kebakaran (pencegahan, pemadam, rehabilitasi) dan bahaya yang ditimbulkan dilingkungannya.
3)     Mengikuti kursus/latihan pemadam kebakaran yang diadakan oleh Dinas Pemadam Kebakaran.
    
2.     SKK Pemadam Kebakaran
a.     Untuk golongan Siaga, tidak diperlukan
b.     Untuk golongan Penggalang dapat menghubungi dengan cepat kepada yang berwajib bahwa telah terjadi kebakaran (DPK, Polri, Pemda).
c.     Untuk golongan Penegak
    Selain mempunyai SKK golongan Penggalang :
1)     Dapat menggunakan alat dan bahan yang ada di sekitarnya (tradisional) untuk memadamkan api kebakaran.
2)     Dapat mematikan aliran listrik di sekitar lokasi terjadi kebakaran dan menghubungi PLN.
3)     Mampu menyampaikan kejadian kebakaran dan menyebarluaskan dengan tepat, cepat dan benar.
4)     Dapat menggunakan alat pemadam api ringan modern (dengan teknologi) untuk memadamkan kebakaran.
5)     Mampu memadamkan api dengan alat rumah tangga.

d.     Untuk golongan Pandega
    Selain mempunyai SKK golongan Penegak :
1)     Mampu menyelamatkan  manusia dari lokasi kebakaran (perempuan, anak-anak dan orang lanjut usia) dengan tidak mengabaikan keselamatan pribadi/diri sendiri.
2)     Dapat melaksanakan petunjuk petugas pemadam kebakaran untuk menyelamatkan manusia dan harta benda dari bahaya kebakaran.
3)     Mampu memadamkan kebakaran dengan tidak melawan arah angin
4)     Mampu melokalisir tempat kebakaran
5)     Mampu mengarahkan massa dan mengevakuasi.

3.     SKK Rehabilitasi Korban Kebakaran
a.     Untuk golongan Siaga, tidak diperlukan
b.     Untuk golongan Penggalang mampu membantu di dapur umum
c.     Untuk golongan Penegak
    Selain mempunyai SKK golongan Penggalang :
1)     Dapat membantu mendirikan barak darurat
2)     Dapat melaksanakan P3K korban luka bakar.
d.     Untuk golongan Pandega
    Selain mempunyai SKK golongan Penegak :
1)     Mampu mengatur lalu lintas di lokasi kebakaran
2)     Dapat membantu Polisi mengamankan TKP
3)     Dapat membantu Pemda untuk memberikan pengarahan-pengarahan.

4.     SKK Pengenalan Kerawanan Bencana
a.     Untuk golongan Siaga dan Penggalang, ditiadakan
b.     Untuk golongan Penegak :
1)     Dapat mengerti dan mebedakan bencana alam dan bencana teknik, serta dampak yang ditimbulkan.
2)     Mengetahui organisasi Basarnas.
c.     Untuk golongan Pandega
    Selain mempunyai SKK golongan Penegak :
1)     Mengetahui ciri-ciri daerah yang memiliki bencana
2)     Menguasai sistem komunikasi Basarnas
3)     Mengetahui dan dapat menganalisa sebab-sebab terjadinya bencana
4)     Mampu berkomunikasi secara luas dengan unsur-unsur terkait.

5.     SKK Pencarian
a.     Untuk golongan Siaga dan Penggalang, ditiadakan
b.     Untuk golongan Penegak :
1)     Dapat membaca peta dan kompas
2)     Mahir menggunakan tali temali, simpul dan mahir memperagakan teknik pendakian.
c.     Untuk golongan Pandega
    Selain mempunyai SKK golongan Penegak :
1)     Dapat menyebutkan sedikitnya 3 jenis pencarian kelompok
2)     Mengerti dan dapat melaksanakan survival
3)     Mahir tali temali sedikitnya 10 simpul
4)     Dapat menentukan metode pencarian yang dilakukan
5)     Dapat menggunakan peralatan SAR darat dan SAR air
6)     Mahir menggunakan survival kids
7)     Mahir mountaineering dan repelling
8)     Mahir menentukan jenis metode pencarian.

6.     SKK Penyelamatan
a.     Untuk golongan Siaga dan Penggalang :
1)     Mengetahui cara membuat tandu
2)     Mengetahui tata cara pembalutan terhadap korban
b.     Untuk golongan Penegak, ditambah pengetahuan tentang penentuan Posko.
c.     Untuk golongan Pandega
    Selain mempunyai SKK golongan Penegak :
1)     Mengetahui jenis transportasi yang digunakan untuk mengangkut korban
2)     Dapat melakukan evakuasi korban
3)     Mahir menentukan Posko yang aman dari gangguan cuaca dan hewan
4)     Mahir mengevakuasi korban ke Posko/Rumah Sakit.

7.     SKK Pengenalan Satwa
a.     Untuk golongan Siaga dan Penggalang, ditiadakan
b.     Untuk golongan Penegak :
1)     Mengenal satwa Anjing dan Kuda
2)     Mengenal Kannel/Stable
c.     Untuk golongan Pandega
    Selain mempunyai SKK golongan Penegak :
1)     Mengenal perawatan satwa Anjing/Kuda
2)     Mengenal karakter Anjing dan menunggang Kuda
3)     Mampu memberikan perintah kepada Anjing/Kuda
4)     Dapat melakukan pencarian korban dengan Anjing dan mengevakuasi korban dengan menggunakan Kuda.

KRIDA PENGENALAN TEMPAT KEJADIAN PERKARA

krida-krida


MATERI KRIDA
PENGENALAN TEMPAT KEJADIAN PERKARA
                  
 Krida pengenakan tempat kejadian perkara
P T K P :     adalah suatu singkatan dari Pengenalan Tempat Kejadian Perkara.




yaitu tindakan yang pertama kali dilakukan apabila kita mendatangi/menemukan suatu tempat kejadian atau tindak pidana yang terjadi sebelum TKP tersebut rusak oleh alam ataupun manusia guna mempermudah penyelidikan dan terungkapnya kasus atau peristiwa yang terjadi.

Cara yang pertama kali diambil apabila kita menemukan suatu kejadian atau tindak pidana yaitu :

1.    Mengamankan barang bukti yang ada di tempat kejadian perkara (TPK), dalam hal kita mengamankan barang bukti kita harus memperhatikan beberapa hal antara lain :
a.   Mengetahui letak barang bukti tersebut.
b.   Hindari menyentuh barang bukti tersebut secara langsung (usahakan menggunakan alas tangan).

2.    Menghimpun data yang ada dari para saksi yang melihat kejadian ataupun tindak pidana yang terjadi.

3.    Mengamankan tersangka, apabila tersangka tersebut masih berada di TPK guna ditindak lanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku.


4.    Menolong korban dari suatu kejadian atau tindak pidana.

5.    Menghubungi Rumah Sakit terdekat.

6.    Melapor kepada pihak yang berwenang dalam hal ini pihak Kepolisian.

Ada dua cara mendapatkan informasi dalam hal suatu tindak pidana yang terjadi, apabila kita menemukan ataupun mengetahui baik secara langsung maupun tidak langsung :

1.   Secara terbuka
-        wawancara (Menanyakan pada masyarakat sekitar TPK)
-        mas media (elektronik/media cetak)

2.   Secara Tertutup
-      Secara tertutup biasanya digunakan oleh pihak yang berwenang dalam hal ini kepolisian.


 KRIDA PENGENALAN TEMPAT KEJADIAN PERKARA terdiri atas :
1)    SKK pengenalan sidik jari
2)    SKK pengenalan tulisan tangan dan tanda tangan
3)    SKK pengenalan bahaya narkotika.


SYARAT KECAKAPAN KHUSUS DALAM KRIDA PENGENALAN TEMPAT KEJADIAN PERKARA
    
1.     SKK Pengenalan Sidik Jari
a.     Untuk golongan Siaga, tidak diadakan
b.     Untuk golongan Penggalang : Mengetahui bahwa setiap orang mempunyai ciri-ciri sidik jari yang tidak sama dengan orang lain.
c.     Untuk golongan Penegak
    Selain mempunyai SKK golongan Penggalang :
1)     Mengetahui apa kegunaan sidik jari
2)     Mengenal jenis lukisan sidik jari
d.     Untuk golongan Pandega :
    Selain mempunyai SKK golongan Penegak, ditambah dengan pengetahuan teknik dan cara pengembilan sidik jari.

2.     SKK Pengenalan tulisan tangan dan tanda tangan
a.     Untuk golongan Siaga tidak diadakan
b.     Untuk golongan Penggalang :
    Dapat mengenal tulisan tangan dan tanda tangan.
c.     Untuk golongan Penegak dan Pandega :
    Selain mempunyai SKK golongan Penggalang, ditambah dengan pengetahuan bahaya tanda tangan palsu.

3.     SKK Pengenalan Tempat Perkara (TKP)
a.     Untuk golongan Siaga dan Penggalang, tidak diadakan
b.     Untuk golongan Penegak :
1)     Mengetahui apa arti dan guna TKP
2)     Mengetahui apa saja yang terdapat di TKP
c.     Untuk golongan Pandega
    Selain mempunyai SKK golongan Penegak :
1)     Mengetahui bagaimana bertindak terhadap TKP
2)     Mengetahui bagaimana cara bertindak pertama dalam memberikan pertolongan pada korban manusia yang masih hidup.
3)     Mengetahui cara pengamanan TKP (status quo).

4.     SKK Pengenalan Bahaya Narkotika
a.     Untuk golongan Siaga, tidak diadakan
b.     Untuk golongan Penggalang :
1)     Mengetahui berbagai jenis narkotika
2)     Mengetahui bahaya narkotika bagi kesehatan jasmani seseorang
3)     Mengetahui bahaya minuman keras dan alkohol.
c.     Untuk golongan Penegak
    Selain mempunyai SKK golongan Penggalang :
1)     Mengetahui tempat-tempat/instansi rehabilitasi penyembuhan penderita korban narkotika.
2)     Mengetahui tentang kegunaan narkotika untuk pengobatan kedokteran serta mengetahui tentang bahaya minuman keras dan merokok.
d.     Untuk golongan Pandega
    Selain mempunyai SKK golongan Penegak, ditambah pengetahuan mengenai peraturan-peraturan dan perundang-undangan yang berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika dan obat.